This Too Shall Pass, Jangan Sedih Atau Senang Terlalu Lama

by - November 18, 2021

 
Hari ini aku ingin cerita tentang kejadian yang aku alami beberapa minggu lalu. Jadi, aku sempat jatuh dari motor. Surprisingly this accident give me so many lessons to learn. Kejadian ini sebetulnya adalah kelalaian aku sendiri dan untungnya enggak mengakibatkan kerusakan apapun, hanya sedikit luka dalam di kaki akibat tertimpa motor dengan posisi kaki yang kurang pas. To be honest, walaupun bukan kecelakaan besar, tetapi di hari kejadian aku menangis sepanjang perjalanan pulang.. hahaha. Bukan karena malu atau merasa sangat kesakitan, tetapi lebih karena khawatir. 
 
"Apakah ada luka dalam yang enggak terlihat?"
 
"Apakah mengakibatkan efek jangka panjang?" 
 
"Apakah perlu pengobatan besar?"

Untungnya aku sudah periksakan ke dokter bedah ortopedi dan diagnosa pertama enggak telalu serius. Memang masih harus dilihat dulu kondisinya beberapa minggu ke depan sebelum diputuskan apakah memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Akhirnya aku memutuskan untuk mengambil cuti beberapa hari dan mungkin ini jadi salah satu keputusan terbaik, karena aku bisa istirahat di waktu tersebut sehingga proses recovery juga lebih maksimal. I'm not only rest my body, but also my mind. Alhamdulillah teman-teman kantor juga sangat banyak membantu di kondisi seperti ini. Bagi kamu yang merasa perlu istirahat, saranku jangan segan-segan ambil cuti, ya. :)

Walaupun sepertinya aku enggak merasa terlalu gimana, tetapi mungkin tubuhku merasakan hal yang berbeda. Beberapa waktu belakangan aku selalu mimpi buruk. Pernah mimpi kecelakaan lain yang sangat buruk sampai mengakibatkan kematian.. haha.. yaampun.

Dari situ aku berusaha untuk menerima mungkin memang aku sedikit shock. Tetapi bukan berarti harus stress berlarut-larut. Aku teringat dengan satu cerita di buku A New Earth dari Eckhart Tolle:
 
Ada seorang laki-laki yang membeli mobil dengan uang hasil menang lotere. Semua temannya berkata bahwa laki-laki tersebut sangat beruntung. Namun, laki-laki itu hanya menjawab, "yaa.. mungkin".
 
Enggak lama setelahnya, ternyata laki-laki itu mengalami kecelakaan saat mengendarai mobilnya dan harus mendapat perawatan di rumah sakit. Teman-teman yang menjenguknya bilang bahwa ia sedang enggak beruntung. Namun, laki-laki itu kembali menjawab dengan, "yaa.. mungkin..".
 
Saat masih dirawat di rumah sakit, laki-laki itu mendapat kabar bahwa rumahnya terkena bencana dan rusak parah. Teman-teman yang memberikan kabar tersebut bilang bahwa laki-laki tersebut sangat beruntung karena sedang enggak di rumah. Lagi-lagi, laki-laki itu menjawab, "yaa.. mungkin..".
 
Laki-laki itu tau bahwa sesuatu yang seringkali dianggap buruk, sebetulnya bisa membawa hal baik, begitu pula dengan hal yang dianggap baik, bisa jadi membawa hal buruk.

Selama proses recovery ini aku terus-terusan ingat dengan cerita tersebut. Lalu aku jadi terpikir beberapa hal yang ternyata masih bisa aku syukuri:
- Aku beruntung pada saat kejadian aku sedang menggunakan sneakers. Pasti lain cerita apabila aku menggunakan high platform sandal yang biasa aku gunakan.
- Aku bersyukur karena mengendarai motor dengan bobot paling ringan di pasaran, sehingga beban yang diterima kakiku pada saat kejadian pastinya lebih minim.
- Aku bersyukur pada saat kejadian banyak orang yang menolong, dan untungnya enggak ada orang lain yang terluka di kecelakaan ini.

Ada satu quote lainnya di buku A New Earth yang aku ingat saat ini:
 
"This too shall pass."

Baik itu kejadian menyenangkan, atau kejadian enggak menyenangkan, semuanya pasti akan berlalu. Jadi enggak perlu tertalu senang, apalagi terlalu sedih sampai berlarut-larut.

If you need to rest, please take a rest. Then keep going.

Semangat! ^.^ 

You May Also Like

0 komentar

Thank you ya sudah mampir dan meninggalkan komentar 😍