Plus & Minus Kindle Paperwhite Setelah Pemakaian 5 Bulan

by - Februari 13, 2021

reading kindle in coffee shop while enjoy coffee and cheese cake

Super senang saat lihat komentar bahwa banyak yang terbantu dengan artikel Kindle yang pernah aku tulis sebelumnya. Selain itu aku juga baru tau ternyata teman-temanku cukup banyak yang tertarik untuk punya Kindle. Jadi di artikel ini aku ingin update plus minus pengalaman aku setelah pakai Kindle selama kurang lebih 5 bulan. Di artikel kali ini aku juga enggak hanya fokus kepada merek Kindle-nya, tetapi plus minus membaca dengan buku elektronik secara garis besar. Kalian tim buku cetak, atau buku elektronik, nih?

---
 
Plus Membaca dengan Kindle

- Sangat amat memudahkan saat membaca buku. Bisa dalam posisi tidur atau duduk, berkat bentuk Kindle yang sangat mudah untuk digenggam dan ringan.

- Aku terkadang suka membaca beberapa halaman buku sebelum tidur saat lampu sudah dimatikan, dan hal ini mustahil dilakukan dengan buku biasa. Karena Kindle Paperwhite punya fitur backlight, jadi aku tetap bisa membaca buku di ruangan gelap.

- Kecepatan membaca menjadi lebih cepat. Aku bisa baca banyak sekali buku di tahun 2020, faktor utamanya karena membaca dengan Kindle.

- Saat membaca dengan Kindle, kita jadi lebih tau waktu karena ada jam di device-nya. Kadang aku pribadi suka baca di ruangan yang enggak ada jam, dan sering lupa waktu. Menurutku ini penting terlebih kalau sedang baca di sela-sela istirahat kerja.

- Fitur kamusnya sangat membantu ketika membaca buku bahasa Inggris.

- Membeli buku digital juga menurutku mudah sekali apalagi apabila beli langsung di Kindle Store.

- Definitely for a minimalist, or someone with limited space.
 

Minus Membaca dengan Kindle

- Aku jadi lebih sering membaca dalam posisi tidur atau dalam ruangan gelap, dan ini sebetulnya enggak baik untuk kesehatan mata.

- Ada pernah baca sebuah hasil survey yang mengatakan bahwa saat membaca dengan Kindle, orang dewasa lebih sedikit menyerap isi buku dibandingkan saat membaca dengan buku cetak. Setelah beberapa bulan menggunakan Kindle, aku cukup setuju dengan hal ini. Saat membaca dengan buku cetak, tanpa aku sadari aku menandai lebih bayak kalimat dibandingkan saat membaca dengan Kindle (padahal bukunya sama). Saat membaca dengan Kindle, kecepatan aku membaca juga menjadi lebih cepat dan kurang diresapi.

- Lebih mudah mensortir bagian-bagian buku yang sudah kita highlight di buku cetak dibandingkan Kindle. Walaupun, Kindle sendiri ada fitur "my clippings", yaitu buku yang berisi kumpulan-kumpulan bagian yang kita highlight, tetapi bentuknya agak berantakan. Sedangkan di bagian notes, untuk melihat semua bagian yang kita highlight harus melalui proses yang agak rumit menurutku pribadi.

- Walaupun sudah menggunakan layar e-ink, membaca dengan e-book reader rasanya tetap berbeda dibanding membaca dengan buku cetak. Bukan hanya tentang sensasi membalik buku, memegang tekstur kertas, tetapi juga tentang lampu di layar.

- Karena menggunakan Kindle, aku juga jadi terbiasa membaca dengan posisi tidur, dengan kondisi ruangan gelap dan sebetulnya ini enggak boleh dilakukan (dan ini bisa jadi plus minus).

You May Also Like

1 komentar

  1. aku suka baca blog kakak, semoga setiap bulan bisa relomendasiin buku favorit/ konten buku terbaik yg pernah dibaca. thnk youu

    BalasHapus

Thank you ya sudah mampir dan meninggalkan komentar 😍