Liburan Akhir Tahun: Declutter 50% Makeup & Baju

by - Januari 04, 2020


Selamat tahun baru 2020!

Akhir tahun lalu aku sempat membenahi beberapa barang di rumah. Istilah kerennya: decluttering. Aku memang berniat ingin menata ulang barang-barang pribadiku. Dimulai dari kamar tidur. Mungkin aku terlalu banyak melihat video minimalis yang pernah aku tulis di artikel ini, ya. Hehe.


Decluttering Makeup dan Produk Kecantikan

Tahun 2020 aku berniat untuk enggak lagi menyimpan barang-barang yang kadaluwarsa. Saat mengoleksi makeup beberapa tahun lalu, aku cukup sering mengumpulkan makeup. Namun karena terlalu banyak, dan aku enggak setiap hari memakai makeup lengkap jadi banyak produk yang kadaluwarsa sebelum habis digunakan. Lucunya, sudah tau kadaluwarsa, semua produk tersebut masih aku simpan. :(

Saat decluttering rumah kemarin aku benar-benar memilah semua koleksi makeup. Produk kadaluwarsa otomatis masuk tempat pembuangan. Beberapa makeup lain yang masih bisa digunakan tapi jarang aku pakai, aku donasikan. Intinya aku pilah dan simpan produk yang aku suka dan sering digunakan.

Alhasil koleksi makeup berkurang hingga 50%. Dari menggunakan 2 susun laci kecil dan 1 slot laci besar untuk penyimpanan, kini hanya membutuhkan 1 slot laci besar. Bahkan saat ini aku sama sekali enggak punya face powder dan eyeliner karena aku merasa enggak butuh kedua produk tersebut.

Setelah melakukan decluttering, yang timbul bukan rasa menyesal atau sedih karena enggak lagi punya banyak produk. Justru sebaliknya aku merasa lebih tenang karena banyak ruang kosong di rumah. Proses memilih makeup yang akan digunakan juga lebih mudah karena telah diseleksi dengan cermat.

Harapannya tahun ini bisa menghabiskan produk-produk bibir seperti lipstick, lip cream dan lip tint sebelum menjelang masa kadaluwarsa.


Decluttering Baju dan Kawan-Kawan

Lain cerita dengan baju yang enggak punya masa kadaluwarsa. Bulan Oktober 2019 aku sempat decluttering dan mendonasikan beberapa baju, namun kuantitasnya enggak banyak karena masih merasa sayang dan berpikir mungkin suatu hari akan butuh.



Kali ini aku lebih selektif saat memilah. Enggak lagi simpan baju karena merasa sayang. Baju-baju yang sangat jarang aku gunakan otomatis masuk tas untuk didonasikan. Aku hanya menyimpan beberapa baju dengan warna-warna tertentu yang sering aku gunakan untuk menghadiri acara, baju yang setiap hari aku gunakan ke kantor dan beberapa luaran.

Tahun 2020 aku ingin lebih selektif saat membeli baju. Mengutamakan kualitas dibanding kuantitas. Serta lebih selektif saat memilih bahan baju. Dikutip dari situs zerowaste.id, bahan-bahan yang ramah lingkungan diantaranya linen, organic cotton, organic wool, hemp atau rami dan sutra. Beberapa bahan yang tidak terlalu baik diantaranya nylon, polyester dan rayon (viscose).

Aku enggak berani janji akan 100% lepas dari bahan nylon, polyester dan viscose. Beberapa baju aku saat ini masih didominasi bahan viscose dan polyester. Faktanya aku suka celana dari bahan viscose karena lentur saat digunakan. Selain itu baju dengan bahan organic cotton atau linen masih sulit ditemukan dan harganya cukup tinggi. Mungkin mengurangi jumlah pembelian bisa jadi alternatif, dan apabila terpaksa membeli baju dengan bahan nylon, polyester dan viscose, baju tersebut harus aku gunakan secara maksimal. Dengan artian digunakan terus sampai baju tersebut habis masa pakainya.

Aku juga ingin lebih selektif dalam memilih gaya berpakaian. Alih-alih mengikuti tren terbaru, saat ini aku sedang menyukai gaya berpakaian minimalis dengan warna netral. Selain lebih mudah saat padu padan, model ini juga nyaman untuk digunakan sehari-hari.


Pilihan terakhir, thrifting! Aku sudah menyiapkan cerita pengalamanku membeli baju secondhand di salah satu e-commerce Indonesia. Ditunggu, ya.

You May Also Like

6 komentar

  1. wah bagus juag ya, kalau aku sih setiap 6 bulan sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah keren bisa decluttering 6 bulan sekali

      Hapus
  2. Setiap awal tahun, hanger baju aku balik semua. Setiap ambil baju, hanger aku balikin posisi semula. Nanti pas akhir tahun, ketahuan, baju mana yang enggak pernah diambil selama setahun. Udah gak ada alesan lagi deh harus keluar dari lemari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kok idenya menarik :D nanti coba juga ah kalau udah punya lemari yang digantung bajunya

      Hapus
  3. Aku juga udah mulai dari awal tahun lalu buat stop menumpuk makeup dan skincare yang ujungnya cuma bakalan kedaluarsa lalu dibuang. Punya pikiran begitu juga gara-gara nonton minimal living yang baru dimulai sama Raditya Dika juga ahaha. Lebih milih kualitas daripada kuantitas~ biar awet juga ya kan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyap biar gak numpuk juga sampahnya :D

      Hapus

Thank you ya sudah mampir dan meninggalkan komentar 😍