Cerita Sarjana Ekonomi yang Banting Setir Menjadi Penulis Beauty & Fashion (Hobi Menjadi Karir)

Cerita Sarjana Ekonomi yang Banting Setir Menjadi editor Beauty & Fashion (Hobi Menjadi Karir)

Ada satu temanku yang pernah bilang, "lo keren bisa berkarir di bidang yang lo suka". Kemudian aku jadi terinspirasi untuk membuat artikel ini. Aku enggak merasa aku hebat. Justru sebaliknya, dan sedikit takut ingin membagikan cerita ini, karena merasa bukan contoh yang berhasil. Tetapi aku pikir mungkin akan berguna dan semoga bisa membuat orang lain lebih berhasil daripada aku.

Aku memang mempunyai bidang pekerjaan yang berbeda banget dengan pendidikan yang aku tempuh ketika kuliah. Aku kuliah Jurusan Ilmu Ekonomi Pembangunan dan sudah menjadi sarjana ekonomi dengan gelar S.E. Tetapi, alih-alih bekerja di bank atau badan pemerintahan sebagai analyst, sekarang aku bekerja di salah satu digital media sebagai Community Executive. Pekerjaan utama aku adalah mengurus konten media sosial dan artikel tentang beauty, fashion dan lifestyle.

Sarjana Ekonomi, bekerja menjadi penulis konten beauty, fashion dan lifestyle, kok bisa?

Aku sudah mempunyai ketertarikan dengan bidang beauty sejak SMA. Awalnya ikut forum-forum perempuan, lalu terinspirasi untuk membuat blog. Ketika SMA, blog aku belum terlalu serius, isinya masih pribadi dan acak-acakan.

Cerita Sarjana Ekonomi yang Banting Setir Menjadi editor Beauty & Fashion (Hobi Menjadi Karir)

Lalu saat kuliah, aku mulai serius dengan hobi menulis blog. Aku ambil tema beauty blog, yang khusus membahas tentang produk dan tips kecantikan. Aku juga terkadang ikut lomba menulis blog, dan beberapa kali menang. Hadiahnya masih kecil, biasanya produk kecantikan, tetapi lumayan bisa aku pakai untuk konten blog selanjutnya.

Saat itu juga aku kenalan dengan beberapa teman dunia maya sesama penulis blog. Hobiku cukup berjalan lancar saat itu. Berbanding terbalik dengan pelajaran kuliah yang semakin lama semakin sulit.

Jujur, kalau ditanya apakah salah ambil jurusan kuliah, setelah mendekati semester akhir aku akan jawab: iya! Ternyata jurusan Ilmu Ekonomi enggak semudah yang dibayangkan ketika SMA. Aku merasa jurusan ini bagaikan ilmu teknik tetapi dalam jurusan sosial, huhu. Aku banyak sekali mendapat mata kuliah matematika. Matematika dasar, matematika lanjutan dan lainnya. Belum lagi mata kuliah ekonometrika dan belajar integral. Aku pusing!

Cerita Sarjana Ekonomi yang Banting Setir Menjadi editor Beauty & Fashion (Hobi Menjadi Karir)

Tapi untungnya aku masih diberkati dengan keberuntungan dan kebaikan para dosen hingga akhirnya bisa lulus dengan nilai yang enggak super jelek, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) masih aman di atas 3.

Anyway, long short story, aku cukup kapok dengan segala urusan yang berhubungan dengan ekonomi.

Tapi namanya juga berusaha, setelah lulus kuliah aku tetap melamar di beberapa perusahaan dengan posisi pekerjaan sesuai predikat Sarjana Ekonomi. Aku juga masih meneruskan hobi menulis blog dan melamar pekerjaan-pekerjaan sebagai penulis, walaupun aku tau kesempatannya sangat kecil, karena jurusan kuliah yang aku ambil sangat enggak relevan. Aku waktu itu hanya punya portofolio hasil menulis dan kompetisi-kompetisi blog. Aku pun pernah punya pengalaman dipanggil interview di salah satu media, namun ditolak karena menurut mereka jurusan kuliah yang aku ambil enggak sesuai dengan posisi yang aku lamar. Sebenarnya saat itu, aku juga sedikit bertanya-tanya di dalam hati, kenapa aku tetap dipanggil interview padahal di curriculum vitae sudah aku tulis bahwa aku Sarjana Ekonomi.

Sambil mencari pekerjaan, aku mengisi waktu dengan ikut kompetisi blog, dan alhamdulillah aku menang salah satu kompetisi yang cukup besar dan mendapat hadiah iPad Mini!

Semakin banyak kompetisi blog yang aku ikuti dan menangkan, ternyata mempengaruhi isi portofolio tulisanku. Setelah menang kompetisi ini alhamdulillah aku diterima di salah satu digital media (kantorku sekarang) sebagai Community Executive yang mengurus konten untuk media sosial dan artikel mereka!

Begitulah titik putar seorang Sarjana Ekonomi, bisa berbalik arah 360 derajat menjadi seorang penulis tema beauty & fashion! Aku sangat bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan aku kesempatan.

Inti dari cerita ini, jangan sepelekan hobi. Apabila kamu mempunyai hal yang kamu suka dan kamu menekuni hal tersebut, kamu juga bisa menjadikan hobi kamu menjadi hal yang serius. Aku yakin kamu bisa lebih berhasil daripada aku. 

Sedikit tips apabila ingin menjadikan hobi menjadi karir menurut pengalamanku.

1. Lakukan secara konsisten dan sabar.
2. Bangun portofolio secara profesional, misalnya dengan mengikuti kompetisi.
3. Selain ikut kompetisi, kamu juga bisa mengirimkan tulisan-tulisan ke media yang menerima artikel dari kontributor. Lebih bagus apabila kamu mempunyai bukti muat artikel tersebut untuk dilampirkan di portofolio kamu.

Namun menjadikan hobi sebagai karir enggak harus kerja kantoran seperti aku, lo. Sekarang sudah banyak sekali cerita hobi menjadi karir freelance melalui media sosial Youtube, Blogger ataupun Instagram. Apabila kamu punya hobi diluar dunia konten, misalnya memasak, kamu juga bisa mulai berjualan kecil-kecilan. Intinya, ditekuni!

FYI, sekarang aku kerja di Clozette Interaktif Indonesia dan kadang suka ada yang penasaran, Clozette karir itu bisa dilihat di mana? Sebenarnya pengumuman Clozette karir untuk setiap posisi itu berbeda, terkadang di-post di Instagram, terkadang di LinkedIn, terkadang memakai headhunter dan lainnya. Tetapi untuk fresh graduate job biasanya di-post di Instagram Story @ClozetteID, jadi bisa follow akun media sosial Clozette supaya enggak ketinggalan info.

Semoga artikel ini memberikan paling enggak sedikit manfaat untuk kamu yang merasa salah ambil jurusan kuliah seperti aku.

Lalu jika salah ambil jurusan apa yang harus dilakukan, lebih baik berhenti atau lanjut? Menurutku, lanjut. Lebih baik selesaikan apa yang sudah diambil. Pertama sayang dengan semua usaha dan biaya yang kamu keluarkan untuk masuk kuliah di jurusan tersebut, pastinya enggak mudah dan kasihan juga orang tua kita. Kedua, we never know what will happen in the future, so do our best until the end. Aku melihat beberapa teman yang ketika kuliah 'kelihatan' struggling, tapi setelah lulus bisa survive and get a great job. Jangan lupa berdoa sama Tuhan juga :).

Sembari berjuang di bangku kuliah, cari-cari hobi yang juga berfungsi sebagai pelepas stress. Siapa tau hobi kamu bisa berakhir menjadi karir.

Semangat!

Cerita Sarjana Ekonomi yang Banting Setir Menjadi editor Beauty & Fashion (Hobi Menjadi Karir)

Comments

  1. wah keren ya, memang kadang passion kita suak terlambat di sadari karena kita fokus dengan hal yg lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih πŸ™πŸ» semoga membantu

      Delete
  2. Mantaap Mbak. Jurusan bukan penentu sebuah pekerjaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih πŸ™πŸ» iya jaman sekarang sudah banyak juga yang banting setir dan berhasil

      Delete
  3. Keren.... Menginspirasi banget😍 Walaupun udah nyadar salah ambil jurusan tetep dilanjutin dan tetep menekuni hobi yang sekarang jadi pekerjaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga ceritanya bisa bantu untuk yang lain juga πŸ™πŸ» iya karena sayang kalau tiba2 berhenti kuliah setelah susah2 masuk univ

      Delete
  4. Memang "hobi yang dibayar" itu menyenangkan ya, Mbak. Minimal mood saat bekerja jadi lebih baik. Btw, saya salfok ke Quaker Oats di foto pertama. Baru kemarin nyari produk itu di swalayan, dan gak sengaja dengar mbak-mbak SPG nya ngomong sesama mereka kalau Quaker Oats bisa dipakai buat muka, biar jadi bersih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa bener aku pernah pakai quaker oats untuk cuci muka dan bisa menyembuhkan jerawat :D

      Delete

Post a Comment

Thank you ya sudah mampir dan meninggalkan komentar 😍