Tes Performa Sony A5000 vs A6000 Dalam Cahaya Minim

Happy Tuesday!

Beberapa waktu lalu ada temanku yang tanya soal rekomendasi kamera. Dari situ aku jadi keingetan dulu pernah mau buat review/perbandingan kamera Sony A5000 yang aku pakai dengan kamera Sony A6000 punya kantor. So here it is! Akhirnya kesampaian buat perbandingannya. Tapi sebelumnya, aku cuma mau klarifikasi bahwa semua hasil di bawah murni percobaan aku, dan aku sendiri bukan ahli kamera atau fotografer, jadi semua opini bener-bener datang dari orang awam, hehe. Kalau penasaran, baca lebih lanjut yaa.


Jujur aja, awalnya aku beli kamera Sony karena ngeliat hasil kamera kantor Sony A6000 yang cukup tajam. Tapi aku pilih seri A5000 karena harganya yang cukup terjangkau dan ngelihat hasil beberapa blogger seperti Alm. Rini Cesillia, kok kelihatannya oke juga. Selain itu layarnya juga bisa diputar untuk selfie, jadi pas sesuai keinginan. Harga waktu itu 6 juta, tapi aku dapat promo cashback 350 ribu dan bonus memory card. Harga segitu hanya dapat 1 lensa zoom. Aku beli di Doss Camera Mall Ambassador.

Sedangkan untuk Sony A6000 punya kantor, seingetku beli di Tokocamzone dengan harga 10 juta dengan isi body dan 1 lensa zoom. Kantor sendiri memutuskan beli kamera A6000 karena spesifikasinya yang cukup mumpuni dengan harga yang nggak terlalu mahal. Sayangnya, dia memang layarnya nggak bisa diputar untuk selfie. Tapi dari awal beli, kamera ini memang nggak ditujukan buat selfie sih, hehe.

Setelah beberapa saat pakai, ternyata kedua kamera ini punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Terutama dalam kondisi pencahayaan yang kurang. Detailnya aku jabarkan dengan contoh foto berikut:

PERCOBAAN 1
Foto dengan cahaya lampu kamar yang cukup terang.
Keduanya memakai Sony SELP 16mm-50mm f3.5-5.6 zoom lens (lensa bawaan).
Kedua foto di bawah tidak diedit sama sekali. Tidak memakai flash. Format: JPEG. White balance: cool white.




Bisa dilihat kalau dari hasil di atas, performa Sony A5000 dengan lensa bawaan zoom di ruangan kamar yang cahayanya cukup terang, dia kurang bagus dalam menghasilkan foto. Hasilnya masih gelap banget dibanding hasil Sony A6000, padahal exposure-nya lebih kecil daripada A6000 dimana harusnya bisa menghasilkan gambar yang lebih terang. Selain itu gambarnya juga jadi kurang sharp.

Terus kalian mungkin heran, kenapa aku ambil foto dengan hasil gelap kayak gitu? Kan bisa digedein ISO atau dikecilin lagi exposure-nya. Aku sengaja ambil dengan setting yang sama antar dua kamera itu biar kelihatan jelas perbandingan kualitasnya. Selain itu, ketika foto tersebut diambil, di layar LCD kamera Sony A5000, gambarnya udah kelihatan terang dan bagus, ternyata pas dimasukin ke laptop atau ditransfer ke gadget lain, hasilnya kelihatan gelap. Itu juga jadi salah satu kekurangan kamera Sony A5000.

Sebaliknya, untuk Sony A6000 sendiri, di layar LCD kamera kelihatan gelap, tapi ketika ditransfer ke laptop atau gadget lain, kelihatan lebih terang.


PERCOBAAN 2
Foto di dalam kamar gelap total dengan penerangan 1 lampu emergency ukuran kecil & 1 lampu belajar kecil.
Situasi ini aku gambarkan seperti saat sedang meliput acara di dalam ruangan kafe yang cukup gelap, biasanya.
Keduanya memakai Sony SELP 16mm-50mm f3.5-5.6 zoom lens (lensa bawaan).
Kedua foto di bawah tidak diedit sama sekali. Tidak memakai flash. Format: JPEG. White balance: underwater auto.


Kalau mau lihat lebih jelas dan ukuran besar, kamu bisa klik kanan gambar dan open on new tab. Bisa dilihat di atas bahwa di dalam cahaya gelap, kamera Sony A5000 dengan lensa zoom bawaan, lumayan bagus hasil fotonya. Tapi masih kurang sharp kalau dibanding hasil dari Sony A6000.

Secara keseluruhan, bisa dilihat, walaupun dengan lensa yang sama, hasil foto bisa beda banget. Jadi body lensa juga cukup berpengaruh. Aku juga pernah baca kalau sensor Sony A6000 memang lebih bagus (yaiyalah harganya juga hampir 2x lipat haha). Dan kalau kamu mau hasil foto yang mendekati Sony A6000 dengan harga yang lebih terjangkau dan layar yang bisa dipakai untuk selfie, ada yang menyarankan untuk pilih Sony A5100.



Secara garis besar, berikut kesimpulan yang aku dapetin seputar kamera Sony:

Sony A5000
↪ Hasil foto menggunakan lensa bawaan kurang bagus dan terlihat seperti kamera poket biasa.
↪ Hasil foto dalam ruangan kurang bagus.
↪ Harus mau investasi untuk beli lensa dengan kualitas yang lebih baik (aku sendiri ganti ke lensa Sony SEL 35mm f1.8 yang pernah aku tulis di sini).
↪ Harganya terjangkau.
↪ Bisa untuk selfie.
↪ Ada flash internal yang bisa dibengkokkan.
↪ Body kamera cukup ringan.
↪ Disarankan memakai program manual karena hasil program auto kurang bagus di dalam ruangan.
↪ Ada wi-fi.
↪ Membutuhkan skill edit yang cukup oke untuk menghasilkan foto bagus.
↪ Hasil foto di layar komputer terlihat lebih gelap dibanding saat melihat di layar lcd kamera.


Sony A6000
↪ Hasil foto tajam.
↪ Hasil foto terlihat lebih professional.
↪ Hasil foto di dalam ruangan cukup baik.
↪ Body kamera agak berat.
↪ Ada flash internal yang fleksibel dan bisa dibengkokkan.
↪ Ada view finder.
↪ Ada hotsoe untuk flash external.
↪ Disarankan memakai program manual karena hasil program auto kurang bagus di dalam ruangan.
↪ Ada wi-fi.
↪ Hasil foto di layar komputer terlihat lebih terang dibanding saat melihat di layar lcd kamera.


Kalau dibaca lagi, kayaknya banyak banget ya kekurangannya. Haha. Memang menurutku agak tricky sih pakai kamera Sony ini. Terutama seri A5000. Bisa jadi juga akunya kurang jago pakai kamera ini haha. Tapi walaupun begitu aku masih suka sih sama kamera ini, karena pengoperasiannya lumayan gampang. Harga koleksi lensa mereka juga nggak terlalu mahal dibanding merek lainnya, jadi kalau mau ganti lensa lain nggak sampai nangis darah dan nabung berjuta-juta tahun lamanya. Haha.

Akhir kata semoga review ini membantu, ya. Soalnya aku lihat sekarang kamera mirorless lagi booming banget dan kamera Sony A5000 & A6000 ini cukup laris manis. Kalau ditanya, apakah aku rekomendasiin kedua kamera ini? Hmm.... kalau kamu orangnya suka ulik kamera, yap kamera ini boleh dicoba. Tapi kalau kamu pengennya yang instan langsung ada efek 'wah', mungkin kamu bisa lirik brand sebelah aja.

Btw, follow akun instagram @UnprettyPhoto juga yaa.. di sana aku sharing cara aku edit foto-foto di Instagram.

See you on my next post!

***

Meet me in social media :)


Comments

  1. Waa baru tau bisa gitu ya, beda harganya juga jauh sih hehehe. Kemarin aku pakai Sony Nex F3 trus hilang kemalingan akhirnya bisa dapet ganti Sony Nex 3N yang lensanya mirip punya A5000. Tapi aku juga ngerasa walaupun sama-sama Sony mirrorless hasilnya bisa beda jauh. Sekarang masih nabung mau beli lensa kit tapi alternatif lain pakai lensa manual Fujian yang hasilnya bokeh bokeh gitu^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah.. sorry for your loss niet.. di mana kemalingannya? Alhamdulillah kalau udah dapet gantinya :). hehe iyaa lensa yang kamu bilang di Instagram itu yaa.

      Delete
  2. Bagus nih soalnya lagi mau pertimbangkan dua kamera ini sama Canon M3

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih banget untuk feedback-nya.. alhamdulillah kalo bermanfaat. jadinya mau beli yang mana? haha *kepo

      Delete
  3. Akuuu penggunaa A5000 jugaaaaaaaa. Dan aku merasakaaann apa yg kamu rasakan mbaaaa.. hehhe. di lcd terlihat udah terang tp apa daya pas dipindah di laptop masih gelapp. alhasil masih butuh aplikasi edit untuk diterangin lagi deeehh. tapi ya tapi a5000 untuk vlog/bikin video bagus loh mba. heheh

    elisabethgultom.blogspot.co.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh ya? video pakai lensa 16mm-50mm f3.5-5.6 bagus kah??

      Delete

Post a Comment