Is $14 Clinique Clarifying Toner Worth the Hype? (Review)

Aku pernah nulis di blog ini kalau aku lagi suka banget dengan rutinitas perawatan wajah yang super simple. Kamu bisa baca artikelnya di sini. Di artikel yang aku tulis sebelumnya, aku jelasin bahwa rutinitas perawatanku cuma dua tahap: double cleansing & moisturizing. Yap, as simple as that & to be honest I am still liking that method a lot!


Tapi, beberapa waktu kemarin aku menambahkan satu tahapan lagi di rutinitas perawatan wajahku dengan Clinique Clarifying Lotion Step 2 untuk jenis kulit kering/kombinasi. Walaupun namanya Lotion, Clinique Clarifying Lotion Step 2 masuk ke golongan exfoliating toner seperti deskripsi dari website Clinique:

"Dermatologist-developed formula helps reveal fresher skin. 
Sweeps away dulling flakes and excess oil so moisturizer can do its job better.
Helps fine dry lines disappear."

  DESCRIPTION  
Clinique
Clarifying Lotion Step-2
for Dry/Combination Skin
Size: 200 ml
Price: US$14.50

Ngomong-ngomong, Clinique Clarifying Lotion ini bukan aku beli sendiri melainkan dapat dari goodies Clinique, jadi sebenarnya aku memang nggak niat untuk menambahkan tahapan dalam runinitas perawatan wajah aku. Awalnya juga aku galau antara mau pakai atau enggak karena aku sebenernya nggak terlalu paham fungsi toner untuk apa. But since I really like some Clinique's products that I've tried before, so I am very curious with this one.



First thing first, yang namanya cobain produk pertama kali yang dilihat pasti kemasannya. Satu yang menurutku kurang adalah nggak ada segel sama sekali di botolnya. Jadi nggak ketahuan mana produk yang udah pernah dibuka-buka (atau pernah dipake) sama yang belum. Padahal di kemasan ada gambar "Period After Opening"-nya lho yaitu selama 24 bulan (lihat foto di atas). Selain itu aku nggak banyak komplain sih. Kalau baca-baca review lain paling ada beberapa yang bilang kemasannya nggak travel friendly karena tutup ulirnya rawan kebuka-buka dan bikin produknya tumpah. Selain itu bagian mulut untuk mengeluarkan produk juga nggak ada stopper-nya. Bener-bener cuma bolongan gede gitu jadi rawan nuang kebanyakan secara teksturnya sendiri encer banget seperti air.


Lanjut ke bagian lainnya, seperti yang aku tulis di atas, teksturnya itu encer banget seperti air dengan warna ungu. Seriusan warna ungu itu warna cairannya bukan warna kemasan dan di komposisinya sendiri memang ditulis bahwa mengandung pewarna. Ini mungkin bisa jadi kontra untuk yang punya kulit sensitif.

Since the consistency is very liquid and runny, aku biasanya pakai sedikit aja juga udah cukup banget. Aku biasanya belah dua kapasnya dan tempelin di mulut botol. Kocok cepat sekitar 1-2x sampai produknya nempel di kapas, and it's good to use!



As for the main part, do this toner actually make a good improvement to my skin? I must say... maybe not yet. Kulitku masih gini-gini aja haha. Tapi aku meman belum pakai sampai habis setengah botol jadi belum fair rasanya untuk memberikan opini. Pastinya toner ini bukan untuk kamu yang punya kulit sensitif karena mengandung cukup banyak alkohol (karena ada di urutan kedua komposisi). Dari baunya sendiri juga udah terasa minty banget antara karena bau menthol, witch hazel atau alkohol-nya. Aku sendiri yang kulitnya kombinasi, kadang terasa ganggu sih dan mengeringkan. But why I am still using this and make a review about this toner? See this photo:

Before - After
(kelihatan nggak sih kuning-kuning gitu kapasnya?)

Toner ini bantu banget untuk angkat-angkat kotoran yang masih nempel di wajahku walaupun udah bersihkan wajah dengan cleansing water, facial brush dan facial foam. Aku juga kaget sih ternyata bener yang dibilang orang-orang soal toner bisa bantu membersihkan sisa-sisa kotoran yang belum terangkat oleh cleanser. Aku pikir facial brush udah bantu banget hapus makeup tapi ternyata belum. Pas aku membersihkan wajah di pagi hari setelah bangun tidur pun cleansing foam juga nggak terlalu membersihkan minyak-minyak di wajahku. Kadang aku masih suka lihat kotoran samar-samar di kapas.

So final thoughts, would I repurchase? Untuk kesimpulan secara general, sekarang sepertinya nggak, karena aku kadang merasa over exfoliating kulitku kalau pakai toner. Selain itu masih nggak tega aja nambah-nambahin sampah kapas bekas toner di tempat sampah hehe. Walaupun, aku cukup surprise sih dengan kotoran-kotoran yang nempel di kapas. Untuk kesimpulan spesifik Clinique Clarifying Toner Step 2 ini, aku so-so aja. Dia harganya agak mahal sih dan performanya sejauh ini nggak terlalu impressive. Again, this opinion might be change after finishing one bottle.


So do you use toner? Seberapa penting sih toner dalam rutinitas perawatan wajah? Yuk kita obrolin di kolom komentar. :)

***

Meet me in social media :)



Comments